Pada tanggal 04 Juni 2015, Big Dutchman Indonesia sebagai salah satu perusahaan dibidang penyediaan alat-alat peternakan diundang oleh VNU Exhibitions sebagai salah satu peserta seminar yang mereka selenggarakan di Jakarta dengan tema “VIV Best Practice”. Dalam hal ini Devan Krishnan mewakili Big Dutchman Indonesia memberikan presentasi singkat dengan judul “Save energy and increase production with Big Dutchman” yang isinya lebih kepada penggunaan sistem ventilasi CombiTunnel pada kandang ayam. 
Ventilasi CombiTunnel adalah kombinasi dari dua sistem ventilasi yang saling melengkapi yang merupakan solusi cerdas untuk memaksimalkan potensi kinerja dengan memastikan lingkungan yang terbaik untuk unggas Anda. Hal ini sudah dilakukan, seperti namanya, dengan menggabungkan ventilasi terowongan dengan ventilasi minimum melalui lubang udara. Jumlah lubang udara atau ventilasi harus disesuaikan dengan ukuran dan jumlah kipas yang tepat untuk mempertahankan tekanan statis yang benar, yang akan menarik udara dingin diluar melalui lubang di kandang dan tetap naik disepanjang langit-langit sampai dekat pusat kandang selama pencampuran dan pemanasan yang tepat.  
Selama fase pengeraman, konsumsi gas lebih rendah pada siang hari dan malam hari pada kandang dengan ventilasi CombiTunnel. Hal ini karena kandang menggunakan panas yang ada di atap untuk menjaga kandang tetap hangat. Hal ini dilakukan dengan menyalurkan udara dingin di luar samping langit-langit yang akan memaksimalkan pemanasan udara awal yang masuk sehingga memaksimalkan kemampuan menahan kelembaban dari udara yang masuk dan meminimalkan resiko. Oleh karena itu dengan jumlah yang tepat dari udara yang masuk dan kecepatan udara yang cukup untuk membuang udara dingin yang masuk di langit-langit agar bercampur dengan udara di dalam yang hangat, kita tidak hanya dapat mencegah udara dingin mengenai unggas namun dapat juga meningkatkan keseragaman suhu udara di dalam kandang dengan baik. 
Kandang dengan ventilasi CombiTunnel hanya masuk ke ventilasi terowongan tradisional ketika suhu terlalu besar, namun untuk kandang dengan ventilasi terowongan tidak memiliki cara lain untuk mendinginkan kandang atau pertukaran udara selain dengan kecepatan udara. Hal ini memastikan bahwa penyebaran ayam di kandang dengan CombiTunnel jauh lebih seragam sedangkan kecepatan udara di kandang dengan ventilasi terowongan mulai mempengaruhi anak ayam karena terlalu besar dan ayam-ayam mulai merasa dingin. Pada titik ini keseragaman kawanan ayam mengalami stres dengan ditandai kawanan ayam lebih banyak di depan kandang daripada di bagian belakang kandang. Sebagai hasilnya bobot ayam di depan kandang menjadi lebih rendah dan bobot ayam dibelakang kandang lebih berat. Kami percaya kecepatan udara memiliki efek angin dingin terutama ketika ayam berumur dibawah 21 hari sebelum badan ayam tersebut sepenuhnya berbulu. Misalnya ayam betina berusia 7 hari akan merasa dingin 6° per tiap satu meter kecepatan udara. Jadi dengan kecepatan udara 0,3m/detik di dalam terowongan, ayam akan merasa 2° lebih dingin.
Dalam uji coba di kandang Broiler, hanya sampai hari ke 24 kandang dengan CombiTunnel bertindak seperti kandang dengan ventilasi terowongan, sebelum itu CombiTunnel yang menghemat listrik dan panas. Setiap kali suhu diluar kandang menurun, suhu pada titik poin  dapat menghemat energi. Di kandang-kandang dengan CombiTunnel juga dapat menjaga suhu di dalam kandang tetap berada pada tingkat titik poin meskipun penyebaran ayam di kandang dengan ventilasi terowongan hanya dapat bertahan pada tingkat 2° dari titik poin.
Walaupun sistem ventilasi CombiTunnel masih jarang di gunakan di iklim Indonesia namun  sistem tersebut terbukti mampu menjawab permasalahan ventilasi di Indonesia terutama di daerah pegunungan. Oleh karena itu Big Dutchman menawarkan CombiTunnel sebagai salah satu produk yang kami percayai sebagai salah satu solusi yang menguntungkan bagi para peternak, karena tidak hanya menghemat energi tetapi juga memaksimalkan potensi pertumbuhan unggas Anda.  
Untuk mengetahui produk Big Dutchman kami hadir pada pameran ILDEX 8-10 Oktober 2015 di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Hall C2 Stan G3
BACA SELENGKAPNYA TENTANG KANDANG AYAM

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: